Mangose Taon

Sebelum kekristenan masuk ke tanah Batak, ada tradisi ‘mangose taon’ bagi masyarakat batak, yang berarti upacara tahun baru. Pada acara ini ada “ibadah” panyucian (manguras oleh parbaringin = pemimpin ibadah orang batak), sehingga segala kesalahan masa lalu disucikan dengan memotong kerbau, sebagai kurban kepada dewa mula jadi na bolon. Maka pada acara itu terjadi pemulihan hubungan manusia dengan dewa, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam. Dengan demikian, diharapkan bahwa tanam padi dan panen dalam tahun itu sukses, karena pemulihan hubungan pada alam membuat tanah menjadi subur. Namun setelah kekristenan datang, upacara mangose taon’ mulai ditinggalkan.  Continue reading