Jadilah Seorang Dengan Mental Pemenang

Saya sering mendengar untuk menjadi nomor satu harus mengalahkan yang lain. Prinsip ini sering juga digunakan di dalam dunia bisnis untuk dapat menguasai pasar. Strategi yang dilakukan adalah dengan mematikan lawan-lawan yang ada di pasar tersebut. Ada sebuah cerita yang pernah saya baca, tentang seorang guru di dalam kelas sedang mengajar. Sang guru membuat garis lurus mendatar di papan tulis sepanjang 1 m. Kemudian dia menanyakan pada muridnya siapa yang dapat memperpendek garis lurus tersebut. Seorang murid maju dan menghapus garis tersebut sepanjang 20 cm, sehingga garis lurus tersebut tinggal 80 cm.

Sang guru bertanya lagi siapa yang dapat memperpendek garis tersebut. Lalu dua orang murid angkat tangan dan kedua murid tersebut melakukan hal yang sama. Mereka menghapus garis tadi hingga panjang garis tinggal 50 cm. Sang guru menanyakan lagi pada para muridnya, siapa yang dapat memperpendek garis tersebut. Murid yang keempat maju, dan yang dilakukan adalah dengan menggambar garis lain yang sejajar, yang panjangnya 1 m. Maka garis yang tinggal 50 cm menjadi terlihat lebih pendek karena ada garis yang lebih panjang.

Kemudian sang Guru bercerita bahwa jika kita ingin menjadi yang terpandai, haruslah belajar dengan giat sehingga kepandaiannya melebihi yang lain. Jangan menjelekan yang lain sehingga kamu terlihat menjadi yang paling pandai. Di dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata persaingan, kata persaingan sendiri mempunyai konotasi untuk bersaing agar kita bisa menjadi peluang. Sering juga saya mendengar dalam persaingan strategi yang dilakukan adalah bagaimana caranya mematikan lawan. Sehingga kita menang karena tidak ada lawan lagi. Cara seperti ini adalah yang dilakukan oleh murid-murid yang menghapus garisnya menjadi lebih pendek. Dunia tidak akan mengalami kemajuan apapun kalau kita selalu bersaing dengan mematikan atau mengalahkan lawannya.

Saya lebih suka menggunakan kata berlomba, untuk dapat mempunyai pasar dari suatu produk yang lebih besar. Maka kita perlu berlomba untuk merebutkan pasar tersebut tanpa harus memikirkan bagaimana caranya membunuh lawan. Untuk pribadi juga sama, pada saat kita bersaing dengan orang lain, sering kali kita memikirkan bagaimana caranya agar kita menang. Misalnya dengan menjelek-jelekan lawan, harapannya lawan menjadi jelek dan dirinya akan menang. Sebetulnya perbuatan seperti ini akan dinilai oleh orang lain berbeda. Kalau kita menjelekan orang lain dengan harapan orang lain akan melihat kita lebih baik. Sebenarnya itu hal yang keliru karena setiap orang dapat menilai orang lain.

Mereka mengatakan kalau Membuat garis yang lebih panjang, sebenarnya kita perlu bekerja keras untuk menunjukkan bahwa kita mempunyai prestasi. Kita tidak pernah mengenal persaingan, yang ada adalah bagaimana kita menjadi lebih baik. Kita pelajari apa kebutuhan customer, apa kesulitan customer, dan bagaimana kita dapat membantu agar pekerjaan customer lebih mudah lagi. Dengan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan saya yakin bahwa usaha kita akan menjadi lebih besar.

Pelajaran Yang Didapatkan
Setelah saya tahu pelajaran di atas bahwa untuk menjadi pemenang haruslah berusaha keras untuk benar-benar mempunyai kualitas seorang pemenang. Saya adalah seorang yang senang dengan tantangan, selalu ingin menjadi orang yang nomor satu. Kadang saya suka meremehkan orang lain agar saya dianggap orang yang hebat. Setelah saya belajar bahwa merendahkan orang lain adalah salah satu kesombongan, dan saya tahu persis bahwa orang yang sombong sulit untuk berhasil. Terutama pada saat usaha yang saya lakukan jatuh sampai terpuruk habis. Di situlah saya mulai merasa bahwa kemampuan saya sebetulnya tidak ada apa-apanya.

Mulailah saya belajar untuk rendah hati dan dapat menghargai orang lain. Ternyata saya merasa bahwa banyak hal yang belum saya ketahui. Semakin belajar, semakin banyak lagi yang ingin diketahui. Di situlah saya menyadari bahwa begitu banyak hal yang belum saya ketahui, padahal sebelumnya saya merasa sudah menguasai banyak hal. Sehingga waktu saya membaca tentang Johari Windows, saya sangat menyadari bahwa hal yang belum kita ketahui sangatlah luas sekali.

Kesimpulan saya untuk menjadi pemenang harus mau terus menggali apa yang belum kita ketahui. Sehingga kita mempunyai kemampuan terus bertambah untuk menjadi lebih baik. Demikian juga pada saat membangun perusahaan, terus mengembangkan kemampuan orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut, pasti banyak hal yang akan kita gali. Sehingga akan menghasilkan produk yang bagus. Tentunya untuk menjadi selalu bertumbuh harus bekerja keras dan tidak cengeng. Tantangannya akan semakin besar saat mendaki ke tempat yang lebih tinggi.
~INDRA SOSRODJOJO